Berangkat dari pengetahuan yang didperoleh dalam pelatihan penyilangan benih padi yang dilaksanakan pada bulan juli 2009 di Indramayu, 15 orang petani dari Aliansi Petani Padi Organik Kabupaten Boyolali (APPOLI) pada tanggal 28-30 April 2010 melakukan praktek penyilangan benih padi varietas pandan wangi dengan IR 64 dan Ketan Lusi dengan Ciherang. Praktek ini dilaksanakan di Rumah Bapak Cipto sebagai Ketua Kelompok Tani Pangudi Bogo, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Praktek ini di fasilitatori oleh Bapak Cipto yang pernah ikut pelatihan di Indramayu, dibantu oleh M fadlil kirom dari Seknas Aliansi Petani Indonesia.

Tujuan dari praktek ini adalah Meningkatkan kapasitas dan menguatkan posisi petani dalam mata rantai produksi beras dan mewujudkan kedaulatan pangan di pedesaan, Meningkatkan kualitas gabah dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mutu, Menyeleksi benih unggul agar menjadi benih idaman di masing-masing tempat atau wilayah dan Mengembangkan benih unggul menjadi varietas yang disukai petani.

Hari pertama diisi dengan materi perkenalan, masalah-masalah pertanian secara umum, pemahaman tanaman padi (ciri umum dan manfaat), dan Sumber bahan baku yang ada di lokal. Beberapa temuan permasalahan petani diantaranya ketergantungan benih (harus beli), kualitas benih jelek, pupuk kimia mahal, Banyaknya hama (wereng dan penggerek batang), harga selalu jatuh terutama saat panen raya, kehidupan sehari-hari kebutuhannya meningkat, bulog tidak efektif, keasaman tanah semakin meningkat, debit air menurun, saluran rusak,adanya alih fungsi air oleh perusahaan, berkurangnya luas lahan tanah ke non pertanian, hutan masyarakat dan perhutani gundul, peran pemerintah dalam hal kebijakan dan modal kurang, peran kelompok tani belum optimal baik di desa, organisasi petani belum bersatu baik tingkat desa, kabupaten dan nasional, Tidak memiliki ternak untuk produksi kompos dan derasnya impor pertanian dan peternakan.

Sumber bahan baku padi lokal yang biasa ditanam diantaranya :
Varietas Sifat Varietas Sifat
Mentik Susu Aroma wangi
Rasanya enak
Pulen
Umur 105 hari
Tahan hama
Irit pupuk
Per ha 7,2 ton Pandan wangi Aroma wangi
Pulen
Umur 105 hari
Tahan hama
Batang tidak kuat
Per ha 6,5 ton
IR 64 Tidak aromatik
Rasanya biasa
Pulen
Umur 98-100
Kurang tahan hama
Anakan lebih banyak
Per ha 6,6 ton Ciherang Tidak kuat batangnya
Agak tahan hama
Produksi 6,6-9 ton
Membramo Mudah roboh
Kurang pulen
Kurang berisi
Ketan lusi Umur 105 hari
Aromaric
Pulen
Batang kokoh
Produksi 6 ton
Unggul-unggul Tidak aromatik
Keras
Umur 90-95 hari
Batang tidak kuat
Tahan hama Slegreng Umur 85 hari
Isinya banyak
Hemat pupuk dan air
Per ha : 5,5 ton
Warna merah, tidak aromatic
Kulitnya tipis
Shinta Nour Per ha : 8 Ton
Hemat pupuk
Aromatik
Pulen
Umur 90-100 hari mekongga Umur 95-100
Tidak aromatik
Kurang pulen
Tahan penyakit
Anakan banyak
Per ha : 7 ton
Padi hitam Umur 95-100 hari
Per ha : 5 ton
Hemat pupuk
Pulen
Warna hitam
Tahan kering
Obat

Pemetaan bahan baku dilakukan dengan melakukan skoring oleh peserta sebelum melakukan praktek pengebirian. Hasil Pemetaan bahan baku sebagai berikut :
Aspek Mentik Susu Pandan Wangi IR 64 Cihe
rang Memb
ramo Ketan lusi Unggul-unggul Sleg
reng Sinta noer Mekongga
Pulen 5 5 3 3 3 5 1 2 4 4
Umur Pendek 1 2 3 2 3 4 5 5 2 3
Tahan Hama 4 2 1 2 2 4 5 5 2 1
Produktifitas 3 4 5 4 3 2 1 1 4 5
Nilai Jual 5 4 3 3 4 5 1 4 4 3
Aromatik 5 5 2 2 3 2 1 1 4 2
Disukai pasar 5 4 5 4 4 5 1 4 4 3
Hemat Pupuk 5 4 1 1 2 4 5 5 4 1
Warna Cerah 4 4 3 3 5 4 5 1 3 3
Batang Kuat 3 1 5 5 2 4 1 1 2 4
Adaptasi mudah 5 5 1 1 2 3 3 4 3 2
45 (1) 40 (3) 32(7) 30 (9) 33 (6) 42 (2) 29 (10) 33 (5) 35 (4) 31 (8)

Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat pengebirian :
1. Tanaman padi harus sehat
2. jika ditanam di media pot min 10 hari sebelumnya harus dipindah, lebih baik sejak kecil
3. cara menggunting harus segitiga
4. putik tidak boleh rusak
5. daun tidak boleh rusak
6. batang tidak boleh patah
7. memisahkan benang sari harus hati-hati
8. penggunaan amplop:
- penulisan harus betul
- harus tertutup rapat
9. perawatan dan pengamatan selama 7 hari
10. selisih umur pejantan dan betina harus diketahui
11. waktu pengebirian jam 09-12 siang

hal-hal yang diperhatikan sebelum penyilangan
1. Jika ada warna putih pada bulir betina berarti sudah tidak bisa disilangkan
2. umur pejantan mempengaruhi banyaknya tepungsari
3. jika malai pejantan dipotong resikonya terbawa angin
4. memotong pejantan harus pagi hari (6-7)
5. Pejantan yang sudah dipotong diberi media air agar tidak layu
6. waktu penyerbukan harus memperhatikan arah angin
7. jangan sampai daun dan batang patah
8. melepas dan memasang amplop harus hati-hati jangan sampai rusak
9. waktu pemotongan betina ke penyerbukan 1 hari dengan tujuan untuk mengetahui berhasilnya pemotongan betina
10. keberhasilan penyerbukan dapat diketahui setelah 1 minggu ditandai dengan adanya isi pada bulir padi betina


Rencana tindak Lanjut
1. Kelompok
- Pengembangan penyilangan
- Sosialisasi ke anggota
- Praktek ditiap anggota dan kelompok

2. Appoli
- Mendampingi kelompok
- Memfasilitasi pelatihan
- Dokumentasi

3. API
- mendampingi APPOLI
- memfasilitasi lokakarya hasil
- membantu informasi tentang pembenihan

Diposkan oleh Aliansi Petani Indonesia Senin, 23 Agustus 2010

Subscribe here

Dokumentasi